Margonews.com, Jakarta, - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri, Agus Flores, mengungkap pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya saat berurusan dengan oknum di Direktorat Jenderal Imigrasi. Kasus ini diungkapkannya seiring dengan langkah bersih-bersih besar-besaran yang saat ini mengguncang instansi keimigrasian tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar enam bulan lalu saat keponakan dari istri Agus Flores menghadapi kendala keimigrasian di Kamboja. Demi menguji profesionalisme instansi tersebut, Agus Flores sengaja menyamar sebagai pengacara tanpa membawa nama Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.Hum., yang dikenal memiliki hubungan kekerabatan dekat dengannya sejak menjabat Kabareskrim Polri.
Namun, alih-alih mendapat pelayanan yang semestinya, Agus Flores mengaku justru dimintai uang sebesar Rp100 juta oleh pihak Ditjen Imigrasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya teringat, enam bulan lalu, ketika meminta tolong karena ponakan istri saya bermasalah di Imigrasi Kamboja. Saya sudah sampaikan masalah tersebut ke pihak Ditjen Imigrasi, tetapi malah dimintai uang sebesar Rp100 juta," ujar Agus Flores kepada media, Kamis (4/6).
Agus Flores sengaja memilih tidak mengadukan pemerasan ini kepada Menteri Imipas saat itu. Langkah tersebut diambil demi menjaga profesionalisme dan menghindari kesan "mencari muka", terlebih perkara ini menyangkut urusan keluarganya sendiri.
Meski sempat memendam kekecewaan dan melontarkan peringatan keras kepada pihak imigrasi, Agus Flores kini menilai situasi yang terjadi sebagai bentuk keadilan. Kebobrokan para oknum di instansi tersebut akhirnya terbongkar secara gamblang ke publik.
Kini, Agus Flores menilai keadilan Tuhan telah nyata. Rasa kecewa dan dendamnya terhadap perilaku korup oknum tersebut terjawab setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim, bersama 7 pejabat imigrasi lainnya sebagai tersangka dugaan korupsi besar di Kementerian Imipas pada Kamis (4/6).
"Dari situ memang saya dendam perilaku oknum Imigrasi itu, akhirnya aib mereka terbongkar semua. Memang Tuhan ini adil, satu kali Dia permalukan, sampai turunannya jadi malu," tegas Agus Flores menanggapi bersih-bersih besar yang kini mengguncang instansi keimigrasian tersebut.
Redaksi