FRN Jabar Siap Masuki Era Konvergensi

Header Menu


FRN Jabar Siap Masuki Era Konvergensi

Margonews.com, Jabar - Saat ini kita memasuki Era Konvergensi Media yaitu dimana media tradisional, Konvensional dan digital menghilang, berintegrasi menyeluruh dari konten, teknologi, industri, dan perilaku pengguna menjadi satu ekosistem yg terhubung erat. Koran dan media cetak tradisional kini mengembangkan platform digital seperti situs web, aplikasi mobile, dan akun media sosial. Misalnya, banyak koran nasional memiliki kanal YouTube untuk tayangan video berita dan fitur interaktif seperti komentar dan polling di artikel digital. 

Perubahan pola konsumsi Masyarakat yg akan semakin memilih konsumsi media on-demand dan personalisasi, sehingga membuat industri media (pers) harus dapat beradaptasi dengan kecepatan dan preferensi pengguna.
Untuk itu Wartawan harus memiliki kemampuan multi-platform; bisa menulis, mengambil foto/video, dan mengelola konten sosial sekaligus. Memunculkan profesi baru seperti redaktur digital dan spesialis analitik konten.

Era konvergensi ini telah menjadikan penyebaran informasi yg lebih cepat yaitu berita bisa menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia dalam hitungan detik, mendukung akses informasi yg lebih merata, terutama di daerah terpencil.
Karena masyarakat sebagai pengguna dapat mengakses berbagai jenis media melalui satu perangkat (seperti ponsel pintar atau tablet), menggantikan koran fisik, radio, atau TV konvensional. Selain itu pengguna tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pembuat, penyebar, dan pengkritik konten melalui komentar, berbagi, dan konten buatan pengguna (UGC). Satu konten dibuat dan disesuaikan untuk berbagai platform, misalnya berita yg muncul sebagai artikel teks, video liputan, infografis, dan topik diskusi di media sosial.

Selain itu masyarakat yang memiliki ide-ide kreatif bisa memulai bisnis tanpa harus bergantung pada perusahaan besar, berkat platform pembuatan dan distribusi konten yg mudah diakses. Banyak kreator konten Indonesia muncul dan sukses melalui platform digital, membuka peluang baru di industri kreatif tanpa harus melalui jalur konvensional. Dan mereka ini juga secara tidak langsung menjadi Citizen Journalist, yang tentunya jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik.

Dampak positif bagi perusahaan media adalah pendapatan media selain dari iklan konvensional, pers dapat mengandalkan pendapatan dari langganan digital berbayar, konten berbayar, dan kemitraan dengan brand untuk konten sponsori, layanan seperti pelatihan atau konsultasi jurnalistik digital.

Era konvergensi memiliki masalah baru seperti penyebaran berita palsu, perlindungan hak cipta, yg tentunya berdampak dalam menjaga kualitas jurnalistik. Serta bagaimana keberlanjutan bisnis media tradisional menjadi isu penting yang perlu diatasi.

Dan satu hal penting lainnya adalah media termasuk Humas instansi harus mampu menjadi Media Monitoring. Tujuan Utamanya diantaranya:
- Memantau citra publik: Mengetahui persepsi masyarakat terhadap merek atau entitas yang diamati.
- Mendeteksi isu potensial: Mengidentifikasi masalah atau kontroversi sejak dini agar dapat ditanggapi dengan tepat.
- Analisis kompetitor: Melihat bagaimana pesaing diperbincangkan dan strategi yang mereka gunakan.
- Mengukur efektivitas kampanye: Mengevaluasi dampak kampanye komunikasi atau pemasaran yang telah dilakukan.
- Mengumpulkan wawasan pasar: Mendapatkan informasi tentang tren industri, kebutuhan konsumen, dan perkembangan terkini.

By. Prabu Mahesa 
Ketua DPW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Jabar