Margonews.com, Palangka Raya — Nuansa religius dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Barigas, Mapolda Kalimantan Tengah, saat ribuan jemaah berkumpul menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Kamis (23/1/2026) malam.
Acara yang menghadirkan penceramah kondang Habib Usman bin Yahya ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., dan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran. Turut hadir jajaran Forkopimda serta masyarakat umum yang datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.
Tahun ini, peringatan Isra Miraj mengusung tema “Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”
Dalam tausiyahnya, Habib Usman bin Yahya mengajak jemaah memaknai peristiwa perjalanan agung Rasulullah sebagai momentum memperkuat iman dan meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan bermasyarakat. "Mari kita perkuat keimanan dan membangun kepedulian sosial demi menjaga persatuan bangsa," pesan Habib Usman.
Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Miraj memiliki makna strategis dalam membangun integritas, empati, dan nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan landasan moral bagi personel Polri. Nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab yang terkandung dalam peristiwa Isra Miraj sangat relevan dengan tugas pengabdian kami,” ujar Irjen Pol. Iwan.
Kapolda Kalteng menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
Di akhir sambutannya, Kapolda juga menekankan pentingnya semangat Huma Betang untuk menjaga toleransi di Bumi Tambun Bungai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dan menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif di tengah keberagaman.
“Mari kita tumbuhkan semangat Huma Betang dengan memperkuat kebersamaan dan saling menghargai. Hidup rukun dalam keberagaman adalah kunci menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Redaksi