Margonews.com, Bogor, 31/10/2025 — Sejumlah wartawan mengaku mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemilik proyek peternakan ayam di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Kejadian tersebut terjadi saat para jurnalis hendak melakukan sosial kontrol karna melihat adanya bongkar muat ayam potong .
Menurut keterangan salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya, pihak pengelola proyek menolak kehadiran awak media dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan, ada yang mengaku mendapatkan perlakuan tidak sopan ketika mencoba meminta konfirmasi terkait proyek tersebut.
“Kami datang dengan niat baik untuk melakukan kontrol sosial dan memberikan ruang bagi pihak proyek menjelaskan . Tapi justru disambut dengan kata-kata kasar dan mengatakan " MEDIA TAIK,” dan mengatakan kepada salah satu wartawan " ANJING dan MONYET " ujar salah satu wartawan.
Sementara itu, pihak proyek mengungkapkan bahwa proyek peternakan ayam itu sudah berjalan beberapa lama dan tak pernah ada yang mengganggu kalau mau datang kesana saja ketahanan pangan yang dikelola orang desa dan gak jelas ucap nya . Sambil bernada emosi dan penuh amarah .
Pihak pemilik proyek langsung menyerang dengan kata kata kasar terhadap media yang sedang melakukan tugas sosial kontrol nya. Bahkan salah seorang media sempat di dorong dan nyaris terjatuh hingga baju nya kotor karna dan nyaris terjadi pemukulan .
Perlakuan diskriminatif terhadap jurnalis dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Beberapa awak media rencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan . ( Red )